Stroberi, ”Si Cantik” peRedam Kanker

Peredam Kanker dan Serangan Jantung


ASAM folat adalah salah satu dari vitamin lain dalam B kompleks, terdapat dari berbagai makanan, salah satunya di dalam buah stroberi. Dalam bentuk aktifnya, asam tetrahidrofolat adalah koenzim (molekul organik non protein yang berasosiasi dengan molekul enzim dalam mempercepat laju reaksi biokimia) dalam berbagai reaksi metabolisme asam amino purin dan pirimidin. Asam folat juga bekerja sama dengan vitamin B12 (sianokobalamin) dalam sintesis asam amino metionin.Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan buruknya pertumbuhan dan anemia nutrisi. Asam folat juga dapat membantu memecah homocystein, asam animo yang ditemukan dalam darah yang dapat menyebabkan serangan jantung koroner dan stroke. Dari fakta ini, The American Heart Accentuation merekomendasikan, orang yang mempunyai risiko tinggi serangan jantung paling tidak mengkonsumsi 400 mikrogram per harinya. Ini tentu saja menjadi kabar baik bagi mereka yang sering mengonsumsi stroberi. Delapan buah stroberi ukuran sedang mengandung 80 mikrogram atau 20 persen dari kebutuhan harian dari asam folat.
Antioksidan
Antioksidan adalah suatu molekul yang dalam jumlah relatif sedikit dapat mencegah proses oksidasi. Dalam dunia biologi antioksidan adalah semua senyawa yang dapat meredam radikal bebas (suatu molekul yang mempunyai satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan dalam orbital luarnya), termasuk enzim-enzim dan protein pengikat logam. Atau dengan kata lain, antioksidan adalah senyawa-senyawa yang mampu menghilangkan, membersihkan, menahan pembentukan, atau meniadakan efek oksigen reaktif.
Antioksidan menjaga tubuh dengan menetralisasi radikal bebas dan menjaga tubuh dari penyakit. Hasil analisis Departemen Pertanian Amerika (USDA) menunjukkan, dalam buah stroberi ditemukan kandungan antioksidan dalam jumlah sangat besar dari tujuh belas buah-buahan lainnya. Kapasitas antioksidan dalam buah stroberi ditemukan enam belas kali lebih banyak daripada semangka, tujuh kali lebih banyak dari apel dan pisang, dua kali lebih banyak dari jeruk dan anggur.
Menurut peneliti USDA, menambah menu stroberi dalam sarapan pagi dan mengonsumsi bayam pada makan siang, dapat membantu melawan penyakit kanker, jantung, dan penyakit yang lainnya. Itu karena stroberi mempunyai kemampuan untuk malawan kerusakan tubuh yang disebabkan oleh radikal bebas.
“Meminum satu gelas kecil jus stroberi sama dengan memakan delapan hingga 10 ons buah-buahan dan sayuran atau mengonsumsi satu keranjang bayam sama khasiatnya dengan hanya memakan satu pak kecil stroberi”, ujar Dr Neal Lischner, peneliti dari California Strawberry Commission.
Asam askorbat (Vitamin C)

Asam Askorbat berperan sebagai antioksidan yang kuat. Stroberi merupakan salah satu sumber asam askorbat yang sangat baik. Terbukti delapan buah stroberi ukuran sedang mengandung 96 miligram asam askorbat atau 160 persen kebutuhan vitamin C yang dibutuhkan. Bandingkan dengan jeruk ukuran sedang yang hanya mengandung 60 miligram vitamin C.***
Irna Safira Inayah
Staf Laboratorium Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: