Arabian Nights: Kisah 1001 Malam

Kisah ini sudah menjadi milik dunia, tidak hanya milik bangsa Arab dan Persia.The Book of One Thousand and One Nights atau sering disingkat menjadi Arabian Nights saja –Kisah 1001 Malam menurut kita– adalah cerita yang dibingkai dalam cerita, singkatnya adalah cerita dalam cerita. Cerita yang menarik dan menggugah tidak hanya bingkai ceritanya, namun juga cerita-cerita di dalamnya yang cukup fantastis dan bermakna. Cerita-cerita tersebut diyakini sebagai cerita rakyat yang dipadukan, juga ada pendapat beberapa cerita menyusul ditambahkan dan digabungkan menjadi Kisah 1001 Malam tersebut.”

arabian nights

arabian nights

Kisah 1001 malam

merupakan kisah abadi yang tak lekang oleh perubahan jaman.
Hikayat Seribu Satu Malam (bahasa Arab:
كتاب ألف ليلة وليلة Kitāb ‘Alf Layla wa-Layla, bahasa Parsi: هزار و یک شب Hazâr-o Yak Šab) adlh sebuah karya kesusasteraan Timur Tengah Zaman Pertengahan yang mengandungi hikayat-hikayat yang diceritakan oleh Scheherazad (bahasa Parsi: Shahrastini) kepada suaminya. Suaminya pun tidak jadi membunuhnya .


kisah 1001 malam


Karya “Seribu Satu Malam” terdiri dari koleksi hikayat yang dipercaya berasal dari hikayat-hikayat
Persia, Arab dan India. Cerita-cerita umumnya mungkin berasal dari India dan disusun dalam sebuah karya Persia yang berjudul Hazar Afsanah (“Seribu Legenda”). Susunan Arab Alf Layla (“Seribu Malam”) yang muncul, mungkin merupakan terjemah singkat untuk Hazar Afsanah. Beberapa unsurnya juga ditemukan dalam sajak Odyssey yang ditulis oleh Homer, seorang penyair Yunani.


kisah 1001 malam


Nama populernya, Alf Layla wa-Layla (terjemah harfiahnya: “Seribu Malam dan Satu Malam”, yaitu “1001 Malam”) mungkin muncul pada masa Zaman Pertengahan. Menurut legenda, siapa saja yang membaca seluruh karya ini akan menjadi gila. Ciri khas Seribu Satu Malam telah diramalakan beberapa abad silam, oleh banyak orang dan dalam karya berlainan, dan banyak yang menjadi masyhur. Contoh-contoh terkenal termasuk Aladdin, Ali Baba dan Empat Puluh Penyamun, dan Tujuh Pengembaraan Sinbad seorang Pelayar.


kisah 1001 malam


Semasa pemerintahan dinasti Abbasiyyah Arab di bawah Khalifah Harun al-Rashid pada abad ke-8,
Baghdad telah menjadi sebuah bandar raya kosmopolitan yang utama. Tempat yang ramai oleh pedagang-pedagang dari Persia (Iran), China, India, Afrika, dan Eropa di Baghdad.Dan disebutkan bahwa saat itu banyak tersiar cerita dari para pedagang tersebut yang kemudian cerita-cerita tersebut disusun menjadi sebuah buku.


kisah 1001 malam


Awalan untuk hikayat-hikayat itu ialah sebuah buku Persia Ssassanid Pahlavi yang berjudul Hazâr Afsâna (‘Seribu Mitos’, dalam bahasa Parsi:
هزارافسانه). Penyusun dan penerjemah untuk bahasa Arab disebutkan Abu abd-Allah Muhammed el-Gahshigar, seorang berkebangsaan Arab yang hidup pada abad ke-9. Cerita pokok Shahrazad ditambahkan pada abad ke-14. Susunan bahasa Arab modern yang awal diterbitkan di Kaherah pada tahun 1835, dan berdasarkan penulisan-penulisan Mesir.


kisah 1001 malam


Hikayat-hikayat itu lazim pada zaman Sassanid dan dimulai dengan Shahryar, seorang maharaja
Persia. Maharaja itu memerintah sebuah pulau yang bernama “antara India dengan China” (dalam edisi-edisi modern berdasarkan transkrip Arab, baginda tersebut adaalah seorang maharaja India dan China). Karena kaget dengan kecurangan isterinya, Shahryar pun membunuhnya. Menganggap bahwa semua wanita juga curang, baginda memerintahkan utusannya untuk mencarikan isteri yang baru setiap malam (dalam beberapa versi, setiap tiga malam). Setelah menghabiskan satu malam dengan isterinya, baginda akan memberikan hukuman mati kepadanya pada waktu asubuh.Peristiwa ini berlangsung cukup lama, sehingga Sheherazad, seorang anak perempuan wazir yang bijak, membentuk strategi dan bersedia menjadi isteri Shahrayar.


kisah 1001 malam


Dengan bantuan adik perempuannya, Dunyazad, Sheherazad menghabiskan berjam-jam setiap malam setelah perkawinannya dengan maharaja tersebut.Dia menceritakan hikayat-hikayat kepada baginda. Setiap kali sewaktu subuh, Sheherazad akan berhenti pada bahagian klimaks agar baginda menangguhkan hukuman mati kepadanya karena ingin mengetahui akhir cerita. Akhirnya, Sheherazad memberikan baginda tiga anak lelaki. Karena itu baginda pun yakin atas kesetiaan seorang istri sehingga beliau menghapus keputusannya tersebut.

kisah 1001 malam

Hikayat-hikayat itu berbeda-beda secara luas dan mencakup cerpen sejarah, cerpen cinta, tragedi, komedi, sajak, burlesk, serta legenda agama Islam. Beberapa hikayat masyhur yang diceritakan oleh Shahrazad kini diterjemahkan dalam banyak bahasa Barat, di antaranya :


kisah1001malam


Lampu Aladdin


Sindbad si pelaut


Ali Baba dan Empat Puluh Penyamun.


Bagaimanapun, hikayat “Aladdin” dan “Ali Baba” sebenarnya hanya disisipkan oleh Antoine Galland, seorang orientalis Perancis, pada abad ke-18. Galland mengakui bahwa ia memperoleh cerita-cerita tersebut dalam bentuk lisan dari seorang pencerita Maronite (ahli Gereja Katolik Timur) yang berasal dari
Aleppo, Syria. Banyak hikayat yang menggambarkan jin, ahli sihir, dan tempat-tempat lagenda, yang sering dicampurkan dengan masyarakat dan keadaan geografi yang sebenarnya, umpamanya: kalifah sejarah, Harun al-Rashid, yang merupakan protagonis yang biasa, bersama-sama dengan penyair istana, Abu Nawas, dan tangan kanannya, Ja’far al-Barmaki. Kadangkala, satu watak dalam hikayat Scheherazad akan diawali dengan menceritakan watak-watak yang lain tentang sesuatu kisah, dan kisah itu mungkin juga mengandung lagi satu kisah di dalamnya. Teknik ini menghasilkan jalinan karangan yang kaya dengan banyak lapisan atau dikenal sebagai “cerita berbingkai” (cerita dalam cerita).


kisah1001malam


Versi Eropa yang awal (dan edisi cetak yang pertama) ialah sebuah terjemahan bahasa Perancis (1704 – 1717) oleh Antoine Galland, berdasarkan susunan awal yang ditulis dalam bahasa Arab. Buku itu, Les Mille et une nuits, contes arabes traduits en français (dalam 12 jilid) mengisahkan cerita-cerita Arab yang diketahui oleh Galland tetapi tidak termasuk dalam susunan Arab itu. Lampu Aladdin dan Ali Baba dan Empat Puluh Penyamun muncul untuk pertama kali dalam terjemahan Galland tetapi tidak didapati dalam penulisan-penulisan aslinya. Galland menulis bahwa beliau mendengar cerita-cerita itu dari seorang sastrawan Kristian Syria dari
Aleppo yang bernama Youhenna Diab. Beliau menyebutnya sebagai “Hanna” yang merupakan seorang cendekiawan Maronite.

kisah 1001 malam


Aladdin dan Lampu Yang Telah Disihir, serta Cerita-cerita Lain (London 1901) yang ditulis oleh John Payne memberi rincian terhadap pertemuan Galland dengan ‘Hanna’ pada tahun 1709, serta penemuan dua manuskrip dari Bibliothèque Nationale, Paris yang berisi Aladdin serta dua buah lagi cerita ‘interpolasi’. Payne memberikan contoh, pengalaman (dan perbuatan) Galland yang menunjukkan bahwa golongan cendekiawan Islam yang utama tidak terlalu menaruh perhatian terhadap hiburan-hiburan itu,akibatnya :

…salinan-salinan lengkap untuk karya yang asli jarang ditemui, koleksi-koleksi… dan salinan-salinan yang berantakan, kebanyakan ada dalam tangan sastrawan profesional yang enggan memberikannya kepada siapapun, kerana menganggapnya sebagai stok untuk aset mereka. Mereka mempunyai keahlian untuk menggabungkan teks asli dengan berbagai jenis cerita dan anekdot dari sumber yang lain untuk melengkapi bagian-bagian yang tidak ada dalam karya aslinya. Proses penambahan dan penggabungan yang berlangsung sejak penciptaan koleksi Malam-malam pertama sebagai sebuah karya yang nyata dan sudah pasti masih berlangsung di negara-negara Timur (khususnya, negara-negara yang tidak dipengaruhi Eropa)

kisah 1001 malam


Kemungkinan, terjemahan yang paling terkenal di kalangan sastrawan bahasa Inggris adalah versi Sir Richard Francis Burton yang berjudul “Buku Seribu Malam dan Satu Malam” (“The Book of the Thousand Nights and a Night” (1885)). Berbeda dengan edisi-edisi terdahulu, terjemahan sepuluh jilidnya tidak dipengaruhi oleh Thomas Bowdler. Walaupun dicetak pada Zaman Victoria, namun karyannya mengandung semua nuansa erotik dari kejadian-kejadian asal, lengkap dengan kilasan pederasti yang ditambahkan oleh
Burton sebagai lampiran untuk hikayat-hikayat utama. Untuk mengatasi undang-undang Victoria yang tegas terhadap karya sastra,maka Burton tidak menerbitkan karyanya dalam bentuk buku, tetapi menjualnya melalui langganannya. Sepuluh jilid yang asli itu kemudian disusul dengan enam jilid lagi yang berjudul “Malam-malam Tambahan untuk Seribu Malam dan Satu Malam” (The Supplemental Nights to the Thousand Nights and a Night) yang dicetak antara 1886 dan 1888.


kisah 1001 malam


Versi-versi yang terbaru termasuk versi J. C. Mardrus, seorang doktor Perancis, yang telah diterjemahkan oleh Powys Mathers dalam bahasa Inggris. Yang lebih utama ialah versi kritis dalam bahasa Arab yang disusun oleh Muhsin Mahdi, berdasarkan manuskrip
Syria abad ke-14 yang didapatkan dari Bibliothèque Nationale. Versi ini merupakan versi yang paling tepat dan sempurna pada waktu ini, dan telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh Husain Haddawy.


kisah 1001 malam


Buku Hikayat Seribu Satu Malam mempunyai satu buku yang nyaris serupa ,yaitu: Manuskrip yang Ditemukan di
Saragossa oleh Jan Potocki. Potocki, seorang bangsawan Poland
pada akhir abad ke-18, membuat perjalanan ke Timur untuk mencari edisi asli buku ini tetapi tidak diketemukan. Setelah kembali ke Eropa, beliau menulis sebuah mahakarya yang kemudian banyak dikenal orang.

4 Comments (+add yours?)

  1. milla
    Oct 22, 2009 @ 17:11:08

    the story was touch me heuheuheu ,,,🙂

    Reply

  2. ramadhana
    Oct 15, 2010 @ 01:06:25

    ass,,
    mau nanya nih kpda bilqis.
    kisah ini terjemahan dari yang ألف ليلة و ليلة bukan.? karya aslinya berbahasa arab kan?
    trima kasih
    mohon direply y

    Reply

  3. Arnisfirdhany
    Apr 05, 2011 @ 15:06:47

    Ni aku mo nanya apa cerita dijaman dulu,semuanya berasal dri arab,,?

    Reply

    • ratu belqis
      Apr 06, 2011 @ 08:42:11

      kalo semuanya jelas tidak, karena beberapa hikayat pun berasal dari negeri2 yang lain, mis china, tiongkok yang terkenal dengan dongeng2nya, untuk versi 1001 malam memang khasnya negeri timur tengah, karena sebagian besar ceritanya berasal dr sana

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: