Mysterious of chocolate

RAJA Aztec Montezuma yang hidup 500 tahun lalu minum 50 gelas cokelat setiap hari demi keperkasaannya. Raja itu dikabarkan memiliki 600 orang istri. Apakah cokelat benar-benar dapat membuatnya bertahan dengan ratusan wanita di sekelilingnya?

Cokelat sejak dulu dipercaya mempunyai berbagai macam khasiat. Bahkan pohon cokelat disebut sebagai makanan dari Tuhan (Theobroma cacao) karena selain rasanya enak, dipercaya dapat memperpanjang usia.

Cokelat juga diklaim mencegah berbagai macam penyakit dari jantung sampai kanker karena mengandung antioksidan, meningkatkan mood, stamina, bahkan digunakan dalam metode diet. Benarkah cokelat mempunyai khasiat sedahsyat itu?

Kandungan Biji

Secara umum biji cokelat mengandung 31% lemak, 14% karbohidrat, dan 9% protein. Lemak tersebut terdiri dari asam stearat (34%) & asam palmitat (25%) yang merupakan asam lemak jenuh (Saturated Fatty Acid), asam oleat (34%) yang merupakan asam lemak tidak jenuh (Mono Unsaturated Fatty Acid/MUFA), dan asam lemak lainnya. Sedangkan proteinnya terdiri dari fenilalanin, tirosin, dan triptofan.

Kontroversi Antioksidan

Studi yang dilakukan Cornell University di Amerika menyatakan kandungan antioksidan dalam cokelat hampir 2x lipat dari anggur merah dan 3x lipat dari teh hijau. Antioksidan berguna untuk mencegah atau memperlambat proses kerusakan sel sehingga dapat mencegah penyakit kanker, tekanan darah tinggi, jantung, dan banyak penyakit lainnya.

Namun studi ini hanya mengisolasi satu zat saja dari biji cokelat, yaitu flavonid, sedangkan cokelat yang ada di pasaran telah dicampur dengan banyak gula, susu, mentega, lemak jenuh yang semuanya itu sifatnya berlawanan dengan antioksidan.

Selain itu cokelat mengandung kadar tembaga (copper) yang sangat tinggi. Tembaga bersifat menghambat kerja antioksidan. Dalam keadaan ekstrem justru dapat memberbesar insidens terjadinya degenarasi vaskuler seperti aneurisma (pelebaran pembuluh darah), hemoroid (wasir), penyakit antung koroner, dan stroke.

Mengonsumsi makanan kaya tembaga seperti cokelat dan produk olahannya, kopi, minuman bersoda, dan lainnya justru berpeluang menimbulkan penyakit yang berkaitan dengan masalah tembaga.

Stamina

Cokelat memang mengandung zat stimulan, sedikit kafein dan teobromin, keduanya famili dari methylxantine. Satu ons cokelat susu mengandung kafein yang sama dengan 1 cangkir kopi yang sudah dikurang kadar kafeinnya, suatu jumlah yang sangat kecil untuk dapat membuat kita terjaga sepanjang waktu. Sedangkan teobromin efeknya tidak sebesar kafein terhadap jantung.

Meskipun demikian teobromin dapat mematikan jika tertelan binatang peliharaan seperti anjing, kucing, burung, kuda karena akan berefek buruk pada jantung, ginjal, dan susunan saraf mereka.

Membuat “Fly”

Produk olahan cokelat mengandung stimulan feniletilamin, mempunyai efek antidepresan seperti yang dimiliki oleh amfetamin. Zat tersebut mengandung komponen farmakologi n-asetiletanolamin, yang terkait dengan cannabis atau marijuana,sehingga memicu keluarnya anandamid, suatu opiat endogen yang berkhasiat menimbulkan eforia.

Namun dibutuhkan banyak sekali cokelat untuk mendapatkan efek yang demikian. Jika anda mempunyai berat badan 65 kg, kira-kira anda harus menghabiskan 13,5 kg cokelat sekali makan supaya dapat merasakan euforia.

Tidak Meningkatkan Kolesterol

Lemak jenuh yang terdapat pada bijih cokelat adalah asam stearat dan palmitat yang bersifat netral memang tidak meningkatkan kadar lemak jahat (LDL). Begitu juga dengan lemak tidak jenuhnya yaitu asam oleat, seperti yang terkandung dalam minyak zaitun, justru dapat meningkatkan kadar lemak baik (HDL).

Tapi jangan lupa, bahan tambahan dari produk cokelat yang ada di pasar adalah gula, yang notabene merupakan musuh nomor satu bagi kesehatan jika jumlahnya berlebihan.

Gula justru dapat memperparah penyakit diabetes mellitus, carries gigi, obesitas, gangguan sistem imun, gangguan mood, dan masih banyak lagi.

Migrain

Selain itu cokelat juga dikatakan dapat memicu serangan migrain pada individu tertentu. Bagi anda yang takut gemuk sebaiknya tidak terlalu banyak makan permen cokelat, sebab makanan ini tergolong mempunyai indeks glikemik yang tinggi, artinya anda akan merasa segar sesaat setelah makan cokelat karena gula darah cepat naik, namun akan turun secara tiba-tiba pula sehingga anda bahkan merasa lebih lapar dari semula.

Cokelat Campuran

Masalah gizi umumnya timbul jika kita makan sesuatu terlalu banyak, atau sebaliknya. Tidak ada pedoman yang baku mengenai konsumsi cokelat. Tetapi ahli berpendapat makan 1 kemasan cokelat batangan 2-3x seminggu atau minum secangkir cokelat susu setiap hari masih dapat diterima.

Makan 500 kalori cokelat setiap hari akan meningkatkan risiko terkena sakit jantung. Informasi keuntungan mengonsumsi cokelat sangat banyak kita temukan di media mengacu pada bijih cokelat murni, sedangkan cokelat yang kita temui sehari-hari sudah banyak dicampur dengan bahan-bahan yang sifatnya kurang baik jika dikonsumsi berlebihan. (dr. Martha Ardiaria-11)

1 Comment (+add yours?)

  1. kusuma
    Jul 19, 2013 @ 01:27:19

    ngih bu dokter

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: