SDN 06 Teluk AUR dan SMPN 04 SATAP Nanga Bunut (di sinilah aq bertugas)

18 juli 2011, resmi aku mengajar sebagai CikGu dan mengelola kelas. Atas keputusan kepala sekolah akhirnya aku menjadi guru kelas 5 (untuk semua bidang studi kecuali agama dan PJK). Karena ada SMP yang baru dibuka akhirnya aku pun diminta untuk menjadi guru bidang studi IPA terpadu dan bahasa Inggris untuk kelas 7.  Aku mengajar SD di pagi hari, mulai jam 7.15 – 11.50. Murid-murid SD kelas 5 berjumlah 21 anak, dengan karakter yang berbeda-beda, lucu-lucu. Variasi usia mereka pun antara 10-13 tahun. Pertama berdiri di depan kelas sangat berkesan karena ketika aku berkomunikasi dengan bahasa Indonesia maka mereka menjawab dengan bahasa daerah mereka (bahasa Melayu Hulu). Dooeenggg???? hihihi……..

Sambil berbicara aku mencoba menatap wajah mereka satu persatu. Kuperhatikan dengan seksama dari ujung rambut hingga ujung kaki. Mereka menyunggingkan senyum lebar kepadaku, aku membalasnya dengan senyum riang. Kulihat beberapa di antara mereka berpakaian lusuh, kancing bajunya tak tahu entah ke mana, beberapa bahkan tidak beralas kaki, dan akhirnya kulihat sesosok makhluk kecil di ujung kelas, pelan-pelan kulihat anak kecil yang sedang memegang kerupuk, mungkin usianya baru 2 tahun,aahhh….rupa-rupanya ada juga yang ke sekolah sambil mengasuh adiknya karena tidak ada orang di rumah. Kulihat lagi barang bawaan mereka (tas), ternyata hampir separuhnya membawa barang lain selain tas, mereka membawa dagangan ke sekolah, ada setermos es lilin, krupuk ikan, kerupuk basah, bakwan, es kue dll.

Anak-anak kelas V, foto ini diambil setelah upacara bendera

 

Kulanjutkan obrolanku dengan pertanyaan-pertanyaan lucu. Antusiasme mereka cukup tinggi, mungkin karena aku orang baru, jadi rasa tertarik mereka sangat terlihat. Namun, jangan coba-coba untuk lari dari pesonaku, akan kubuat kalian tertarik padaku seumur hidupmu😀

Hal pertama yang aku lakukan di kelas cukup sharing pada hari pertama, berkenalan, cerita ini itu, dll. Dilanjutkan dengan games ringan sebagai assesment awal untuk mengenal karakter mereka. Hasilnya, Wow!!! Beberapa kali aku merasa kewalahan karena ulah anak yang hiperaktif dan cenderung cari perhatian. Beruntung aku masih mengingat materi manajemen kelas yang pernah diajarkan oleh I-Teach selama pelatihan, dengan menggunakan sinyal-sinyal sederhana akhirnya aku bisa segera menguasai kelas. Sebetulnya mereka memiliki tingkat kepatuhan yang cukup tinggi, karena sering kulihat anak-anak hampir tidak pernah membantah ketika disuruh orang tuanya ini itu. anak-anak yang luar biasa. Untuk selanjutnya aku masih melakukan assesment untuk materi-materi sekolah. Beberapa membuatku kagum terutama pada bakat kinestetik mereka, beberapa lagi membuatku tak mampu berkata apa-apa. Ada kejadian lucu saat aku melontarkan pertanyaan,

“di mana kalian tinggal??”

maka mereka menjawab “di teluk aur buuuuu”

kemudian kulanjutnya dengan pertanyaan “di propinsi manakah kalian tinggal??”

“…………………………..” hening

Aku masih belum yakin dengan jawaban itu, jadi kulanjutkan lagi dengan pertanyaan selanjutnya.

“di negara manakah kalian tinggal?”

“di Indonesia Bu….” alhamdulillah, gumamku dalam hati karena mereka tahu bahwa Indonesia adalah negara mereka.

“apa nama ibu Kota Indonesia?”

“………………………..” hening selama 2 menit. Kemudian ada yang menjawab

“Serawak buuuu………” aku terhenyak, namun beberapa anak yang lain mulai gaduh dan menyalahkan jawaban tadi. Ahh..rupa-rupanya anak-anak masih tahu bahwa Serawak bukanlah bagian dari Indonesia. Kucoba lagi dengan memberi pertanyaan terakhir.

“ayoo siapa yang tahu siapa nama presiden kita saat ini??”

“bapak SUHARTO buuuu…………” kompak anak-anak menjawab, dan aku hanya tertegun, tak mampu berkata apa-apa.

Ada kejadian lucu juga saat aku melatih mereka untuk upacara bendera ( Sekedar Info, di desa kami upacara bendera tidak pernah dilakukan selama lebih dari 10 tahun lamanya). Ketika itu aku mengajari mereka baris berbaris dan paduan suara. Untuk baris berbaris sudah cukup bagus, terlihat anak-anak bisa menjalankan tugas mereka masing-masing, namun ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya ada sedikit yang tidak beres menurutku. Ada nada-nada aneh yang terselip di antara lagu ciptaan WR. Supratman itu, semacam irama dangdut melayu, dan benar saja, ternyata ada unsur aransemen dengan irama lagu melayu “Bujang Rimbong”. Olaaalaaaaa……………….

Foto ini diambil saat anak-anak kelas V sedang melakukan games PPKN, menjodohkan nama propinsi dan nama ibukotanya.

 

Sore hari kulanjutkan dengan mengajar SMP mulai jam 13.00-17.00. SMP ini dinamakan SMP Satap (Satu aTAP) karena lokasinya satu kompleks dengan SD, kepala sekolahnya pun sama. SMP ini merupakan program bantuan dari pemerintah Australia, sehingga untuk segala pendanaan dan pengelolannya diawasi oleh pihak mereka. Sebelumnya tidak ada SMP di desa Teluk Aur. Anak-anak melanjutkan SMP di desa yang lain, biasanya di desa di kecamatan Bunut HIlir atau di desa Nanga Empangau. Karena letaknya jauh, untuk menempuh pendidikan di desa lain (di kecamatan misalnya) mereka harus kos (ikut tinggal bersama penduduk dan membantu tuan rumah) sehingga mereka tidak bisa membantu orang tua. Lagipula untuk biaya transportasi air (sampan maupun speed boat) dirasa cukup mahal (solar 9000/L, bensin 15.000/L).  SMP N SATAP 04 Nanga Bunut baru saja dibuka tahun ini, jadi hanya ada satu rombongan belajar untuk kelas 7 dengan kapasitas 30 kursi. Alhamdulillah, hingga saat ini sudah 29 kursi yang terisi, 7 laki-laki dan 22 perempuan. Kalau untuk murid SMP lebih variatif lagi usianya, antara 12-17 tahun. 17 di antaranya adalah fresh graduate, dan sisanya sempat berhenti sekolah karena alasan di atas. Namun secara pribadi aku bangga karena semangat belajar mereka cukup tinggi mengingat beberapa di antara mereka usianya sudah 17 tahun.

Ada beberapa kendala saat mengajar anak SMP dengan keadaan seperti itu. Di antaranya untuk recalling materi-materi yang sudah pernah diajarkan selama SD, kemudian untuk pengelolaan kelas karena mengingat usia mereka yang remaja tanggung (anak-anak bukan, remaja juga belum, hehehhe… ) kadang mereka suka membantah dan menawar-nawar (apalagi kalau sudah ada hubungannya dengan tugas dan PR). Beberapa di antara muridku malah teman bermainku di rumah, seperti Noy, jadi kalau di rumah mereka memanggil aku “kakak”, namun ketika di sekolah mereka memanggilku “CikGu”, hehehheeee….

Aku menjadi guru bidang studi IPA terpadu dan bahasa Inggris untuk kelas 7. Untuk materi IPA terpadu terkendala oleh minimnya pemahaman mereka tentang materi-materi yang sudah pernah diajarkan sebelumnya (saat SD) dan variasi soal. Setahuku anak-anak di sini terbiasa mengerjakan soal pilihan ganda dari buku paket yang (maaf) sudah kadaluarsa (buku paket yang beredar di SD sekarang menggunakan kurikulum 2004 dan beberapa lagi menggunakan kurikulum KBK), dan dalam cara pengerjaannya pun menggunakan metode menghitung kancing baju (#$%$@!?). Aku pikir tidak akan terlalu sulit untuk mengejar ketinggalan-ketinggalan itu karena anak-anak di sini cukup cerdas, terbukti ketika beberapa kali mereka dipandu dengan latihan soal mereka bisa mengerjakan. Menurutku mereka hanya kurang bimbingan dan kurang bahan bacaan. Lain lagi untuk materi Bahasa Inggris, kendalanya sangat terasa karena anak-anak tidak terbiasa dengan bahasa selain bahasa Hulu. Untuk berbicara dengan bahasa Indonesia saja masih kesulitan (padahal setiap malam mereka nonton sinetron NADA & CINTA) apalagi mendengar bahasa asing (ironis karena desa mereka rutin dikunjungi Bule). Untuk pelafalan mereka sudah sangat pandai melafalkan huruf “R” dalam ejaan bahasa Inggris, karena dalam kamus bahasa Hulu, pengucapan “R” diucapkan seperti “R” dalam bahasa Inggris. hwihihihi…..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: