walaupun sudah lewat ABG

Dunia remaja, penuh dengan canda tawa. Aku jadi teringat display picture seorang temanku yang berbunyi “teens : you have all the time and energy, but no money”. Hanya saja kata-kata indah itu berlaku di dunia di balik awan. Remaja di sini sudah mengenal dunia kerja, dan uang, sejak mereka bisa berjalan dan berbicara dengan lancar.  Sedari kecil mereka diajarkan “berjajak” (menjual) makanan dan sayur mayur. Para orang tua mengupah mereka dari hasil yang sudah terjual. Dari sanalah anak-anak mengenal dunia kerja. Beranjak dewasa sedikit, mereka merambah dunia kerja yang “sesungguhnya”.  Memotong getah, menanam padi, menebar jala, menjadi aktivitas harian mereka. Alasan-alasan itulah yang menguatkan kami, para guru, agar SMP yang baru saja dibuka tahun ini menyelenggarakan pendidikan pada siang hari, karena anak didik kami saat pagi harus bekerja.
Yupe, walaupun pagi hari harus bekerja keras, mereka tetap semangat sekolah. Aku memuji semangat mereka untuk datang dan duduk dengan tertib di kelas, walaupun sering menjumpai mereka tengah tertidur saat jam pelajaran berlangsung. Yang masih suka aku pikir, harus sampai batas mana toleransiku ini?
Aku tahu aktivitas anak-anak ini sebagian besar adalah buruh penoreh karet, yang mengharuskan mereka berangkat pagi-pagi buta, berjalan jauh, dan baru pulang menjelang siang hari. Aktivitas seperti itu pasti sangat melelahkan. Apalagi belum ditambah rutinitas rumah seperti “merapi, mekayuk” (memasak nasi, memasak sayur) dan “pampuk, basuk” (mencuci baju, mencuci piring).

Tidak sekali dua kali, aku menjumpai mereka tertidur saat jam pelajaranku. Biasanya aku hanya menyuruh mereka bangun dan mencuci muka. Aku tidak pernah marah dalam hal ini. Pernah juga saat aku tengah menerangkan pelajaran, terlihat wajah mereka yang diam dan tidak menyahut saat aku melontarkan pertanyaan. “Haloooo, adakah orang di sana?” Rupa-rupanya hanya badan saja yang ada di kelas namun pikiran mereka melayang entah ke mana. Kalau sudah begitu, aku tidak bisa mentolerir lagi. Biasanya quiz mendadak yang kujadikan solusi agar “nyawa” mereka kembali lagi.
Siswa-siswa kelas 7 SMP di desaku banyak yang sudah tidak ABG lagi. Mengingat usia mereka pun sudah di atas 17 tahun. Anak-anak remaja tanggung itu memang sulit diatur, karena naluri remaja mereka yang tinggi. Masih “hijau” tetapi sudah memikirkan penghasilan, atau malah ada yang sibuk memikirkan pasangan hidup.  Lucu kadang, namun beginilah remaja-remaja desa. Toh mereka juga sadar akan kenyataan bahwa tidak lama lagi mereka akan “berlaki, berbini” walaupun sering aku sampaikan pada mereka “kalian mau berlaki / berbini sekarang itu adalah keputusan kalian sendiri. Kalau mau berlaki/ berbini sekarang, ya saya yakin kehidupan kalian tidak akan jauh beda dari yang sekarang. Tapi kalau terus sekolah, Tuhan akan menempatkan kalian di tempat yang lebih baik lagi. Kalau ingin berubah ke arah yang lebih baik, maka kalian harus fokus belajar.”
Bersyukur aku walaupun beberapa di antara mereka sudah menjelang dewasa, namun mereka tetap semangat belajar. Mereka tidak malu yerlihat lebih besar dan lebih tua saat berkumpul dengan teman-teman SMP dari daerah lain. Dami dan Ariyani, adalah contoh anak-anak yang sudah lewat usia ABG. Ariyani atau Noy panggilan sehari-harinya, adalah dara berusia 17 tahun. Sedangkan Dami, yang merupakan tetangga sebelah rumahku, adalah bujang berusia 18 tahun. Tapi anehnya, malah mereka berdua ini yang sangat aktif di kelas. Menggerakkan teman-temannya agar “bangun” saat pelajaran. Usaha mereka sangat membantuku, menyadarkan teman-temannya untuk tetap fokus pada pelajaran.
Aku sering menanamkan pada mereka, “walaupun nanti ujung-ujungnya kalian jadi ibu rumah tangga, namun jika kalian sekarang rajin belajar, maka kelak kalian akan menjadi ibu rumah tangga yang cerdas. Mungkin sekarang kalian tidak bisa mengubah hidup, tapi karena kecerdasan kalian, maka hidup kalian akan diubah oleh anak-anak yang dididik dengan cerdas oleh ibu mereka”

3 Comments (+add yours?)

  1. shineena
    Jun 13, 2012 @ 06:09:13

    heheh,,,kayaknya seru bel pengalamanmu di pulau seberang…kapan balik ke tanah jawa??smg sehat selalu🙂

    Reply

  2. Aini Amira
    Sep 26, 2012 @ 12:30:07

    Assalammualaikum..
    sy adalh seorang pelajar high school di Semenanjung Malaysia, sy juga anak desa..bersekolah di kwasan desa..sy kagum dengan blog yang ditulis cikgu.. hasilnya dr sesuatu yg sgt berbeza dr khidupan sy.. sy berusia 17 thun dah calon (sijil pelajaran malaysia) SPM pada 2012 ini.. sblm ini sy tidak pernah tahu bhwa di Indonesia mempunyai pelajar yang bercampur umur untuk satu kelas, kerna di negara sy,kami diasingkan mengikut umur..

    di Malaysia sy tahu Sarawak & Sabah mengalami maslh yg sama seperti di tempat cikgu mengajar..sy tidk pernah ke sana,dan tidak dpt merasa apa yg mereka rasa..sy tidak minat menjdi seorang guru,tetapi ibu dan bapa sy mahukan sy menjdi guru..tahun 2013 adalh tahun sy memasuki universiti.. entah di negeri mana sy akan ditempatkan..sy tidak kesah akan itu, cuma sy sudh terbiasa hidup senang..

    semua sahabat sy di sekolah sy tidk mempunyai maslh seperti ank murid cikgu..jd di desa sy kami semua sudah terbiasa hidup senang.. punyai kemudahan asas yang cukup bahkan kami hidup seperti tinggal di Kuala Lumpur.. sy tidk suka akan orang indonesia,tetapi sy tidk pernah memusuhi kaum kalian,bahkan bahasa kalian juga turut sy tahu.. ni tempat sy juga banyak warga indonesia tinggal..

    setelah membaca entry cikgu,sy sedar kehidupan manusia adalh sama.. ini membuka mata sy untuk menjdi seorang yg lebih kuat dan tabah.. jika mereka mampu,mengapa tidak sy yang hidup selesa ini berjaya.. entah mengapa tiba2 sy tersinggah ke blog cikgu.. apa papa pun sy kagum dengan kegigihan cikgu mengajar.. semoga success selalu ya.. salam dr MALAYSIA..

    Reply

    • ratu belqis
      Oct 10, 2012 @ 17:50:40

      dear aini amira
      alhamdulillah, cerita saya yang sederhana ini bisa bermanfaat. saya senang sekali atas saran dan opininya. mudah-mudahan kita semua selalu diberjahi olehNYa, amiin
      regards

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: