the dayak’s local wisdom

local wisdom, kearifan lokal, yang tumbuh secara alami, naluri, dari masyarakat asli. ada banyak jenis local wisdom, tersebar di berbagai daerah tentunya. yang jelas ada maksud baik dari tujuan terciptanya local wisdom tersebut.

satu tahun yang lalu, kesempatan yang luar biasa ketika aku bisa tinggal dengan masyarakat lokal suku dayak-melayu di daerah “dalam” kota kapuas hulu, kalimantan barat. menyenangkan bisa tinggal di tengah-tengah lingkungan yang baru dan menjanjikan banyak petualangan. 

pamali, hukum adat, dan pantangan-pantangan kerap kali kudengar. busung, bederak, dan membayar denda adat merupakan hukuman yang setimpal untuk pelanggar local wisdom dan aturan adat di sana.

ada banyak sekali peraturan adat yang turun temurun ditaati oleh masyarakat. kebetulan desa kami adalah salah satu produsen madu hutan. harga madu hutan untuk satu liternya mencapai seratus ribu. memanjatnya pun tak sembarangan, harus dilakukan oleh orang-orang yang ahli. bayangkan mereka harus memanjat sarang lebah di atas pohon dengan ketinggian berpuluh-puluh meter tanpa alat pengaman. para pemanjat madu biasanya mengucapkan beberapa bait pantun sebelum “naik”. dan mereka tidak pernah mengambil semua madu dan ratu lebahnya. mereka selalu menyisakan 1/5 bagian dari total sarang dan madu serta menjaga ratu lebah tetap sarang itu. kata mereka, itu adalah pantangan karena para pemanjat bisa mendapatkan sejenis kesialan akibat terlalu serakah. pelajarannya : ratu lebah yang tetap berada di sarang akan memproduksi madu lagi di tempat yang sama, mereka tidak harus memulai memproduksi dari awal dan tidak perlu berpindah tempat. keuntungan bagi warga, mereka mendapatkan madu di tempat yang sama setiap periodenya —> salah satu bentuk pelestarian alam :) 

bentuk local wisdom yang lain, masyarakat asli yang menebang pohon untuk membuat rumah dan jembatan selalu melihat usia pohon sebelum ditebang. mereka tidak asal menebang, dan tidak menebang pohon dalam jumlah yang besar dalam satu lokasi. kata mereka, penunggu hutan bisa saja marah dan merasa terganggu. pelajarannya : langkah tersebut merupakan tindakan mencegah hutan gundul.

kadang, tanpa kita sadari, masyarakat yang hidup turun temurun dengan local wisdomnya ternyata memiliki tujuan untuk menjaga lingkungan. mereka sadar benar bahwa kehidupan bergantung pada alam. dan local wisdom yang “mungkin” sengaja diciptakan bertujuan sebagai rules yang mengatur keseimbangan manusia dan alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: