Ada banyak cara untuk belajar (curhatan JOIN WWF)

…..::::::: Belajar  tidak mengenal umur, tidak mengenal latar belakang pendidikan, dan bidang apapun yang dipelajari. Belajar bisa di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Menemukan hal baru menjadi pelajaran di setiap kesempatan termasuk juga menerima tantangan. Aku suka hal-hal baru, tantangan, dan ke-dinamis-an dunia. Itulah alasan kenapa akhirnya aku mengambil keputusan ini …..

Bergabung dengan salah satu NGO besar tingkat dunia dan menjadi salah satu bagian dari mereka, why not? Fortunately, I got this opportunity, being a part of them. Aku belajar banyak hal baru dan menerima tantangan. WWF, salah satu NGO internasional yang bergerak di bidang konservasi alam, memberiku kesempatan langka untuk menjadi bagian dari mereka. Statusku sekarang cuma seorang independent staff, atau disebut juga freelancer dan aku bekerja dengan mereka cuma dua bulan saja, but i believe that i will get many lessons here.

Pelajaran pertama adalah komunikasi. Yupe, mungkin karena terbiasa berkomunikasi officially, aku mencoba menerapkannya ketika ketemu dengan teman-teman WWF. Satu pelajaran baru, bahwa lingkungan kerja antara NGO dan Dinas/Kantor perfectly different. Hal itu terlihat dari suasana kantor, atmosfer di ruang kerja, dan bahasa percakapan kami. Lebih nyaman dan mengalir apa adanya.

Pelajaran kedua adalah ilmu baru saat menyelesaikan kewajiban. Selama masa penantian (aku menunggu sekitar dua minggu untuk selanjutnya diterbangkan ke Pontianak dan selanjutnya Kapuas Hulu) aku menerima 3 macam kewajiban yaitu : bikin bilingual newsletter, mencari info list stakeholder di beberapa daerah kerja WWF, dan satu pekerjaan lagi yang berhubungan dengan konten website. Seumur hidup aku belum pernah bikin newsletter, apalagi yang bilingual. Aku langsung bengong begitu melihat konten dan sumbernya. Banyak istilah baru yang artinya saja aku ga ngerti. Jadilah saat hari pertama mengerjakan artikel, aku menghabiskan hampir seharian waktuku hanya untuk menemukan “pola” penulisan yang sesuai dengan karakter mereka. Aku harus menyesuaikan dengan standar mereka, cz tulisan ini ga dipublish di blog pribadi, tetapi di situs resmi, dan dibaca manusia seantero dunia. But its really fun, karena pada akhirnya aku bisa menulis newsletter.

Pelajaran ketiga adalah lebih mengenal Indonesia. Teman-teman, kekayaan Indonesia ini (mungkin) tidak terbatas, baik flora maupun fauna. Aku shock ketika melihat “temuan-temuan” mereka di alam, beberapa penyimpangan yang dilakukan oleh “orang kita” dan “orang luar”, tetapi halangan itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk mewujudkan sustainable forest. Demi siapa? Demi kelangsungan hidup kita dan anak-cucu kita.

Ada beribu-ribu cara untuk belajar dan berjuta-juta langkah untuk berkembang. Jika selalu berada pada comfort zone, lantas apa “yang baru” dari diri kita? Bukankah setiap tantangan dan cobaan akan mengantar kita ke “kelas” selanjtnya. So, jangan lewatkan tantangan apapun yang ada di depan mata. Karena melalui tantangan itu, Dia sedang mengajari kita untuk menjadi lebih baik. Be positive and stay optimist…..

kantor WWF Pontianakbersama teman2 WWF

3 Comments (+add yours?)

  1. Israr Ardiansyah
    Feb 04, 2013 @ 07:06:28

    Semangat, Belqis!

    Reply

  2. ratu belqis
    Feb 04, 2013 @ 08:13:11

    eehhh,….. ada senior di sinii, jadi maluuuu😛

    Reply

  3. fe
    Jan 29, 2015 @ 22:28:28

    boleh tau g gimana sih cara dirimu bisa bergabung dengan NGO tersebut?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: