Kakak

Layaknya sebuah pohon yang berdiri secara hirarki, begitu pula anggota keluarga dan organisasi. Hirarki menunjukkan di mana posisi kita, siapa yang ada di atas dan di bawah kita. Secara hirarki seorang kakak memiliki adik, itulah kenapa dipanggil kakak. Kakak masih memiliki “ibu dan ayah” yang merupakan pemimpin/ atasan dari sebuah hirarki. Kakak belum tentu menjadi yang tertua, dia bisa saja juga seorang adik dari kakak tertua.

Seperti apakah fungsi kakak? dalam organisasi maupun keluarga, kakak seyogyanya menjadi pengayom untuk adik-adiknya. Tanggung jawabnya lebih besar dari si Adik karena ketika si Adik berbuat “ulah” di luar, maka yang akan kena tegur, kena aduan, adalah kakak. Wajar itu, karena seorang kakak dianggap lebih dewasa dan bertanggung jawab atas adik-adiknya. Mau tidak mau, ketika adik berbuat salah, kakak pun harus menanggung getahnya, ikut meminta maaf atas kesalahan adiknya, berusaha mengcover apa yang sudah diperbuat adiknya, dan juga  selalu berusaha mengingatkan adiknya. Naluri seorang kakak… baik di organisasi maupun keluarga.

Seorang adik pun ternyata memiliki peran yang berbeda dari sang kakak. Kadang, karena merasa lebih muda, adik cenderung memiliki ego yang lebih besar. Seyogyanya seorang adik bisa menggapaikan apa yang belum bisa dicapai sang kakak apalagi jika berada dalam satu payung “keluarga”. Namun, sebagai adik, karena ia terlahir kemudian setelah kakak, bisa jadi ia merasa tertekan karena selalu dibandingkan dengan kakak. Kakak dan adik adalah manusia yang berbeda. Namun, kadangkala ketika orang lain melihat mereka dari “keluarga” yang sama lantas orang-orang itu pun menganggap kakak dan adik sama saja. Bagi seorang kakak, itu semua tidak membawa efek yang berarti untuknya. Namun untuk adik, bisa jadi hal seperti itu sangat menyakitkan dan melelahkan. Ia ingin orang lain melihatnya sebagai dirinya tanpa bayang-bayang si kakak. Sehingga Adik cenderung ingin tempil sangat berbeda dan tidak mustahil baginya untuk membuat “anti kakak” sebagai bentuk ekspresi ketidakpuasan atas pandangan orang-orang.

Adik dan Kakak merupakan elemen penting dari sebuah “keluarga” . Kunci dari keberhasilan tujuan sebuah keluarga adalah komunikasi kemudian understanding each other. Sebagai Kakak, hendaknya ia ikut merasakan apa yang adiknya rasakan, bagaimana pun dibandingkan itu tidak enak, dan jangan mentang-mentang kakak lantas kita bisa otoriter dan semau kita. Bijaklah…. jadilah kakak yang baik dan sayang dengan adik-adiknya🙂, kalaupun kita harus mengalah dulu untuk merebut simpati adik, ingatlah bahwa itu semua untuk tujuan kita bersama, yang namanya adik ya memang seperti itu. Lalu, sebagai adik pun jangan terburu emosi karena dibandingkan dengan Kakak, kenapa harus memendam semua sendirian, kalau bisa share dan saling mendukung semua itu akan lebih mudah. Ego sesaat hanya akan membuat semua lebih buruk. Seorang kakak yang baik tidak akan menjerumuskan adiknya. Karena kita adalah keluarga🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: