Meliau – Lebih dekat dengan suku Dayak Iban

Meliau, adalah nama salah satu Dusun di Desa Melemba, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu. Karena berupa dusun yang lokasinya terpisah jauh dari 2 dusun lainnya, Meliau terlihat hanya berupa perkampungan kecil nan sepi, tanpa sinyal tanpa listrik PLN. Dusun Meliau terletak di tepi sungai, di luar teritori taman nasional Danau Sentarum, didiami oleh suku dayak Iban yang tinggal di rumah panggung dan rumah Betang Panjang. Mata Pencaharian penduduk adalah petani dan nelayan. Seminggu lebih aku berdiam di sana, membaur dengan masyarakat asli.

Rumah Betang Panjang

Ada satu rumah Betang yang berdiri di dusun ini, yang didiami oleh masyarakat yang berada dalam satu garis keturunan. Keduabelas pintu Rumah adat Betang Panjang ini diwariskan secara turun temurun ke generasi berikutnya. Rumah adat ini cukup bagus dan modern, tak salah jika dinas pariwisata mengupayakannya menjadi homestay bagi para turis asing dan lokal. 

IMG_4132 IMG_4160

 

 

Danau sebagai surga pendapatan masyarakat

Dalam kesehariannya, masyarakat di dusun ini sangat tergantung dengan alam. Pendapatan mereka hanya dengan mengandalkan pemberian alam, salah satunya adalah potensi ikan. Dusun ini dikelilingi oleh beberapa danau yang kaya akan ikannya seperti danau Belaram dan danau Lokuk. Bahkan ada satu momen ketika seorang turis asing dari USA, Robert, yang berkunjung pada tahun 2011, berhasil memancing ikan arwana seberat 6 kilogram di danau Belaram. 

IMG_4169 jalan2 ke danau

 

Next Generation of tribe

Generasi penerus di kampung ini mendapatkan pendidikan dengan kondisi dan fasilitas seadanya. Anak-anak berangkat ke sekolah setiap hari dan menerima pelajaran. Tak pernah mengeluh dengan segala kekurangan dan keterbatasan. Anak-anak yang penuh semangat dan keceriaan. Mereka belajar hanya sampai jenjang SD, selanjutnya mereka melanjutkan sekolah di daerah yang jauh dari kampung, dengan tinggal di asrama siswa atau tinggal bersama sanak keluarga.

IMG_4170 sekolah

 

something special

Ada banyak hal special yang aku temukan di sana. Di antaranya adalah kesenian khas berupa tari ngajat yang biasa dilakukan saat menyambut kedatangan tamu. Tarian ini dibawakan oleh sepasang penari dengan mengenakan baju adat Iban. Biasanya pertunjukan tarian adat di lakukan di teras dalam rumah Betang-Panjang.

IMG_3515

 

Karena kehidupan masyarakat masih tradisonal, beberapa kegiatan sehari-hari pun masih dilakukan secara tradisonal pula, seperti ketika mandi dan mencuci. Lanting merupakan tempat mandi umum yang berada di tepi sungai. Biasanya ada di depan lokal rumah. Lanting menjadi tempat yang multifungsi, karena selain digunakan sebagai tempat mencuci dan mandi, lanting juga digunakan sebagai tempat menambat perahu, sekaligus menyimpan keramba ikan. 

IMG_4091

 

Teknik pengobatan tradisional yang berkembang di dusun ini adalah bekam tetapi dengan menggunakan alat yang sederhana. hanya berbekal parang dan sisa kain untuk mengikat bagian yang luka, seorang wanita tengah melakukan bekam pada salah seorang temanku yang kakinya bengkak gara-gara digigit kemundang.

IMG_4218

Para wanita dayak-iban mengisi waktu luang mereka dengan membuat kerajinan tangan. Beberapa menganyam keranjang dari rotan sebagai alat rumah tangga, beberapa lainya menganyam tikar. Ada juga sekumpulan ibu-ibu yang menekuni tenun kain khas Sidan.

kerajinan

 

so far, sangat menyenangkan walaupun hanya beberapa saat aku di sana. Lebih lagi aku tidak tidur sendiri, ada senyum siwon yang menemaniku tiap malam di kamar homestayku. feel like home.

IMG_4109

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: