Sao Langke Tamambaloh

Tamambaloh adalah nama salah satu subsuku dayak yang berdiam di kabupaten Kapuas Hulu. Komunitas mereka berdomisili di daratan di dekat bukit. Sebagian besar masyarakatnya menghidupi diri dengan berladang dan bercocok tanam lainnya. Tidak jauh dari pusat kota Putussibau, hanya sekitar satu jam perjalanan, komunitas Tamambaloh sudah bisa ditemukan. Suku Tamambaloh memiliki bahasa daerah sendiri yang sangat berbeda dengan bahasa daerah lainnya. Mereka hidup dengan norma dan tradisi asli yang dipegang secara turun temurun.

Rian- Gadis Asli suku Tamambaloh

Ferdi – bocah Tamambaloh dan kesehariannya membantu orang tua di ladang

IMG_4521

gula pasir bersubsidi Malaysia lebih mudah dijumpai dari pada Gula Indonesia

IMG_4523

Sungai yang menjadi sumber kehidupan warga

IMG_4531

Gubug tempat masyarakat berladang

IMG_4533

perahu sampan sebagai alat transportasi utama

Sao Langke Danum Sorongan

Sao Langke Danum Sorongan adalah nama sebuah rumah adat suku Tamambaloh. Rumah adat ini terletak di desa Sei Uluk Palin kecamatan Putussibau Utara. Bangunannya berupa rumah betang panjang yang terhampar di dekat bukit. Sao=rumah, Langke=panjang, Danum=air, Sorongan=nama sapaan. Rumah ini unik karena merupakan rumah Betang terpanjang dan tertua di Kapuas Hulu. Panjang tiang penyangganya masing-masing 7 meter dan pertama kali didirikan pada abad ke-18 dengan tinggi tiang hampir 10 meter. Ada cerita unik kenapa para leluhur membangun rumah betang dengan ketinggian yang tidak tanggung-tanggung. Konon pada jaman dahulu kala ketika terjadi perang saudara, sering jatuh korban karena musuh menyerang dari bawah rumah dengan menggunakan tombak ketika masyarakat tertidur . Tiang yang tinggi bertujuan agar musuh tidak mampu menyerang dari bawah rumah karena panjang tombaknya tidak mnecukupi. Rumah panjang ini sangat besar dengan jumlah bilik 53 pintu dan didiami oleh masyarakat yang kesemuanya berasal dari satu nenek moyang.

IMG_4448

Sao Langke Danum Sorongan

IMG_4452

kepala tangga

IMG_4443

monumen sejarah Sao Langke

Sao Langke Dai Bolong Pambean

Rumah betang lainnya adalah Sao Langke Bolong Pambean yang berada di desa Benua Tengah Kecamatan Putussibau Utara. Bolong = pusaran air, Pambean = nama julukan. Rumah Betang ini juga dibangun pada abad ke – 18 dengan jumlah bilik 38 pintu dan tinggi tiang sekitar 5 meter. Di salah satu biliknya terdapat galeri yang memamerkan benda-benda pusaka turun temurun, salah satunya adalah Garantung (sejenis gong). Garantung digunakan pada saat-saat tertentu seperti buang pantang (upacara setelah kematian), gawai dayak (upacara setelah panen), penanda kematian, dan acara pernikahan. Garantung dibuat dari tembaga dan diwariskan secara turun temurun pula kepada setiap generasinya. 

IMG_4505

garantung berdiameter 1,25 meter

IMG_4513

sao langke dai bolong Pambean

3 Comments (+add yours?)

  1. Arif Pemenang
    Mar 03, 2013 @ 00:33:44

    wah sekarang ada monumen full collor pake baju warna merah….

    Reply

  2. nauval
    Mar 27, 2013 @ 07:09:49

    Halo .. I just read your stories, and they are awesome!!

    Bangga rasanya ada teman sealmamater (SMAN2 Jombang) yang melakukan hal-hal yang menurutku non-mainstream dan memberikan sesuatu ke masyarakat dan alam sekitar.

    Anyway, ini adiknya Amar kan ya? *semoga ga salah*

    keep the passion and the hard work.
    *I hope I can do the same, someday.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: